
SAROLANGU-Bupati Sarolangun Hurmin mengatakan, bahwa pembangunan tugu biduk bukan hanya sebuah proyek, melainkan simbol-simbol kearifan lokal, identitas budaya dan kebanggaan masyarakat yang harus dijaga dan di wariskan kepada generasi yang akan datang.
” Tugu biduk ini sebagai kebanggaan bersama sebagai simbol persatuan dan sebagai warisan berharga bagi anak cucu kita kedepan,” katanya.
Hurmin menyebutkan bahwa tugu Biduk ini hadir sebagai ikon baru Kabupaten Sarolangun, dimana bukan sekedar berbagai bangunan visual tetapi sebagai rangkuman sejarah budaya dan identitas masyarakat Sarolangun yang hidup dan terus bergerak.
Pada bagian paling atas tugu biduk ini di mahkotai pucuk paku sebagai simbol kehidupan yang tak pernah habis.
” Pucuk paku dipetik pagi dan sore namun selalu tumbuh kembali dan berbagai simbol lainnya seperti tulang batik atau pengayuh biduk dan simbol biduk yang filosofinya menggambarkan masyarakat sarolangun adalah pribadi tangguh, pantang menyerah dan selalu bangkit meski berkali-kali diuji jaman,” katanya.
Selain itu, tentunya tugu biduk bukan hanya ikon baru tapi dibangun dari sejarah yang digerakkan oleh kebersamaan dan diarahkan menuju masa depan tanpa melupakan akar budayanya. Kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat tugy biduk ini.
Pemerintah Kabupaten Sarolangun juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh perusahaan yang tergabung dalam forum CSR serta kepada kontraktor pelaksana atas kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan tugu biduk ini.
” Sinergi seperti inilah yang sangat kita harapkan terus menerus dan ditingkatkan di masa yang akan datang, kami sampaikan dalam kesempatan ini seluruh OPD, pak sekda, hadirnya perusahaan memberi manfaat bagi daerah. Alhamdulillah dengan doa dan semangat bersama, pembangunan tugu biduk ini terlaksana juga. Kita doakan kawan-kawan perusahaan yang ikut membantu diberikan kemudahan untuk berusaha di wilayah Kabupaten Sarolangun,” katanya.
Pembangunan tugu biduk Sarolangun saat ini telah selesai dikerjakan oleh pihak kontraktor pelaksana PT Gentala Inspirasi Mahakarya, dengan sumber dana pembangunan melalui Corporate Responsibility Social (CSR) dari 23 perusahaan di Wilayah Kabupaten Sarolangun.
Tugu biduk ini sebagai ikon baru kota Sarolangun telah berdiri kokoh dan indah kawasan tepian Cik Minah, seberang Rumah Dinas Bupati Sarolangun, Kelurahan Sarkam, Kecamatan Sarolangun.
Usai dibangun, aset tugu biduk tersebut secara resmi telah diserahkan oleh Kontraktor Pelaksana dari PT Gentala Inspirasi Mahakarya kepada Forum CSR Kabupaten Sarolangun. Kemudian aset tersebut diserahkan kembali Forum CSR Kabupaten Sarolangun kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun.
Serah terima aset tugu biduk ini diserahkan oleh kontraktor pelaksana PT Gentala Inspirasi Mahakarya Ar H Ibnu Ziyadi MZ, ST, MH, IAI, kepada Ketua Forum CSR Kabupaten Sarolangun M Ridwan, SE, dan kemudian diserahkan oleh Ketua forum CSR Kabupaten Sarolangun M Ridwan kepada Bupati Sarolangun H Hurmin, Jumat (23/01/2026) di Rumah Dinas Bupati Sarolangun.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani, Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM, Para Asisten dan Staf Ahli Bupati Sarolangun, serta sejumlah kepala OPDKepala dan Pihak perwakilan 23 perusahaan pembangunan tugu biduk, Kabid Penanaman Modal Desi Oktawati, SE, MM, Camat Sarolangun Bustra Desman, SE, MM, Lurah Sarkam Aripin Siregar, serta tim Gentala Inspirasi Mahakarya.
Dalam sambutannya, Ibnu Ziyadi selaku Kontraktor Pelaksana PT Gentala Inspirasi Mahakarya mengucapkan apresiasi yang luar biasa kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan Forum CSR Kabupaten Sarolangun yang telah memberikan amanah kepada pihaknya untuk mengumpulkan pembiayaan yang besar menciptakan sebuah ikon baru yang sudah lama direncanakan namun baru bisa terealisasi saat sekarang ini.
” Kalau merunut ke belakang dari 2 tahun yang lalu, kami di fasilitasi dibantu oleh Pak sarudin bertemu dengan PJ Bupati Sarolangun berdiskusi kemudian juga disupport penuh dengan Pak Dedi beliau PJ Sekda waktu itu memfasilitasi beberapa kali pertemuan rapat baik di kantor bupati kemudian di bank 9 Jambi dan diskusi secara intensif sampai beberapa tempat,” katanya.
” Dan alhamdulillah pada era Bupati yang sekarang, bapak H Hurmin harapan itu terwujud ini suatu kebanggaan bagi kami, diberi kesempatan diberi amanah untuk mengawal proses itu mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan,” kata dia menambahkan.
Sementara itu, Ketua Forum CSR Kabupaten Sarolangun M Ridwan mengatakan dalam pembangunan tugu biduk ini ada sebanyak 23 perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam suka dan duka selama pembangunan tugu biduk ini yang terasa sangat luar biasa.
Maka iapun mengucapkan terima kasih kepada seluruh perusahaan yang berpartisipasi dan semua pihak terkait dalam mensukseskan pembangunan tugu biduk ini.
” Saat itu seharusnya akan mundur pada saat itu karena sudah tidak ada progres lagi. Kita bersiap untuk mundur, saya juga sampaikan kepada bapak bupati lalu Bapak Bupati bilang tidak mungkin kita untuk mundur lagi, kata beliau buat selesaikan,” katanya.
” Dan alhamdulillah berkat perjuangan sama-sama, berkat doa dan iktikad baik bahwa pada pagi hari ini tanggal 23 Januari 2026 kita bisa merealisasikan, kita bisa mewujudkan impian dan cita-cita kita semua bahwa tugu biduk itu harus selesai,” kata dia menambahkan.(pj1)






